Total Pageviews

Tuesday, 16 June 2015

  1. Apa yg dimaksud Capital Gain : Pada umumnya, capital gain adalah keuntungan yang diperoleh pemegang saham, ketika menjual sahamnya atau dengan kata lain selisih antara harga jual dengan harga beli. Sebagai contoh , anda membeli saham dengan harga katakanlah 1000 rupiah per lembar, selanjutnya anda menjual saham tersebut dengan harga 1400 rupiah per lembar, maka capital gain yang anda dapat adalah 400 rupiah.Pada dasarnya, ada dua jenis capital gain: jangka pendek dan jangka panjang.

    Capital gain jangka pendek diperoleh bila anda menjual kurang dari setahun.
    Capital gain jangka panjang diperoleh bila Anda menjual saham lebih dari satu tahun

·          a) Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangattergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubahmenjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengahdari semula, dan juga sebaliknya. Secara rumus teori ini dapat dinyatakandengan rumus:
M = K P atau P = 1K
M = Jumlah uang
K = pembanding tetap/konstanta
P = Tingkat harga
b) Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi olehIrving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang,barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang dan Fishermengajukan rumus yang lazim disebut Fishers equation, dengan rumussebagai berikut:
M V = P T
M = Jumlah uang yang beredar
V = Kecepatan peredarannya
P = Tingkat harga
T = Jumlah transaksi
Sehingga nilai uang dapat dicari dengan cara jumlah uang dikali kecepatanperedaran uang dibagi jumlah transaksi atauP = M . V. 

Wednesday, 1 May 2013

Teori Nilai Uang dan Sebagainya

Teori Nilai Uang


Teori nilai uang dibagi menjadi 3 yaitu :

a.   Teori Barang
  • Teori logam (katalistik) menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena bahannya dibuat dari logam yang bernilai tinggi. Teori ini dipelopori oleh Adam Smith.
  • Teori nilai batas menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena adanya keperluan masyarakat akan barang dan adanya kepercayaan terhadap uang.

b. Teori Nominalisme
  1. Teori perjanjian (konvensi), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya perjanjian untuk memakai suatu benda dalam pertukaran. Pelopor teori ini adalah Thomas Aquinas.
  2. Teori kebiasaan, yaitu uang diterima oleh masyarakat karena kebiasaan masyarakat menggunakan benda tertentu dalam pertukaran.
  3. Teori kenegaraan, yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya ketetapan dari pemerintah dalam pertukaran.
  4. Teori tuntutan (klaim), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena ada tuntutan terhadap barang-barang yang dihasilkan masyarakat. Pelopor teori ini adalah J. S. Mill.
  5. Teori realisme (fungsi), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya penilaian terhadap uang yang dapat memudahkan pertukaran. Pelopor teori ini adalah David Hume.

c. Teori Internal
    Teori ini didasarkan pada kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah barang/jasa tertentu. Dalam ekonomi moneter teori ini disebut juga Teori permintaan uang. Teori internal ini meliputi :
  • Teori kuantitas  (quantity theory) : menyatakan bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Semakin banyak uang yang beredar semakin tinggi harga barang, dan sebaliknya. Hal tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut :
M= k. P
Keterangan:
M (money)       = Jumlah uang yang beredar
k (konstanta)    = Perbandingan konstan
P (price)           = Harga barang

  • Teori transaksi (exchange equation) : Teori ini dipelopori oleh Irving Fisher yang berpendapat bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang beredar, kecepatan uang beredar (berpindah tangan), dan jumlah barang yang diperdagangkan. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :
M . V = P . T
Keterangan:
M (money)                                        = Jumlah uang yang beredar
V (velocit of circulation)                  = Kecepatan peredaran uang
P (price)                                             = Harga barang
T (transaction of goods)                    = Jumlah barang yang diperdagangkan

  • Teori persediaan kas (cash balance theory) : Teori ini dikemukakan oleh Alfred Marshall yang menyatakan bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang disimpan untuk persediaan kas dari sebagian pendapatan masyarakat. Persediaan kas tergantung pada jumlah pendapatan dan tingkat suku bunga di pasar. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.
M = k . P . Y
Keterangan:
M (money)          = Jumlah uang yang beredar
k (koefisien)       = Jumlah uang untuk persediaan kas
P (price)               = Harga barang
Y (income)          = Pendapatan

Pengertian Pasar Uang (Money Market) : adalah pasar dengan instrumen financial jangka pendek, umumnya yang diperjualbelikan berkualitas tinggi. Jangka waktu instrumen pasar uang biasanya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Pasar uang sering juga disebut pasar kredit jangka pendek.